Rabu, 19 November 2008

HTS...hubungan tidak jelas..??


HTS tidak memiliki masa depan. Dua insan yang menjalani hubungan itu hanya berlandaskan perasaan iseng, coba – coba, berharap akan ada keajaiban dan selalu berjalan di jalan yang menyenangkan.
Mereka membutuhkan hubungan semacam itu untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Bahkan boleh jadi dia berdalih dengan suatu kelemahan yang ada pada dirinya. Dia merasa kosong dan butuh orang untuk mengisi kekosongan hidupnya itu.

Menjalani HTS sama saja dengan menafikan unsur Allah dalam diri kita. Seolah kita tidak cukup puas dengan takdir yang kelak akan kita terima. Kita merasa perlu coba – coba dengan sesuatu yang sama sekali tidak mendatangkan manfaat. Selain rasa da, dig, dug kalau ketahuan sama murabbi, sama orang orang tua dan khawatir akan dosa yang menyertainya.
Paling kita hanya akan merasa letupan – letupan dalam hati yang berjingkat – jingkat menyisir perasaan, terlena dan terbuai layaknya di surga keabadian, merasa disanjung dengan seseorang yang seolah benar kita sayang. Tapi semuanya palsu, karena itu hanya hubungan yang tidak tentu. Tidak tentu arahnya, daan tidak tentu tujuannya. Untuk apa hubungan itu, siapa yang diuntungkan, apa manfaatnya , sama sekali tidak ada. Kabur, tidak jelas dan cenderung melelahkan.
Satu hal yang membuat miris dan meringis adalah pelaku dari HTS ini adalah para ikhwan dan akhwat yang notabene harusnya tahu hukum syar’i. Karena setiap hari mereka mendapat asupan gizi.yang berupa kajian, liqa, halaqah, dan seabrek aktivitas lain. Seharusnya mereka sehat secara hati dan jiwa, tapi nampaknya pengaruh godaan setan lebih efektif dan lebih manjur. Hati mereka terpikat hingga akhirnya gampang kumat dan berbuat maksiat lagi. Lagi, lagi dan lagi.

Mereka mengetahui ilmu tapi mereka menyelisihi ilmu itu. Mereka memahami bahwa itu tidak boleh, itu haram dan itu menjijikan, tetapi mereka tetap saja melakukannya. Maka tidak berlebihan kiranya kita menyebutkan double kesalahan. Di satu sisi mereka menyalahi ilmu yang mereka miliki, disisi lain mereka bermaksiat di depan Allah Ta’ala.

Lebih parah lagi, mereka melakukan HTS dan berilmu ini kadang sangat susah dinasehati segala ayat dan dalil dari As-sunnah dan hujah ulama hanya didengar oleh kuping kanan kemudian mental lagi ke kuping kiri. Mereka menjadi kebal dengan nasehat. Butuh kesabaran ekstra lebih untuk menundukan hatinya kembali pada islam.
Karena jika tidak hati – hati, mereka bisa lepas dari ikatan memilih untuk berpisah dari komunitas dakwah mereka, dan lebih memilih memadu cinta dan sayang atas nama hubungan tanpa status yang mereka rencanakan. Salah ngomong bisa menjadi persoalan besar. Sensitif mudah tersinggungdan tidak mau berlama-lama dalam sebuah obrolan. Lebih suka menyendiri dan menikmati hati yang sedang dimanjakan perasaan cinta yang melenakan.

Akhirnya kata-kata mujarab pun disebutkan ”akhwat juga manusia, ikhwan juga manusia. ” mereka ingin dimaklumi bila berbuat kesalahan, toh mereka juga bisa salah dan bisa lupa. Tetapi pertanyaannya, dimanakah akal kemanusiaan mereka? Akal itu ada tapi nafsu telah menundukannya . ” ikhwan itu ganteng, kalau tidak menjadi istrinya setidaknya aku pernah menjadi orang yang special dihatinya. Inikah alasan manusiawi mereka?
Justru karena kita manusia, maka akal kita bisa lebih berfungsi daripada makhluk lainnya. Akhwat juga manusia, ikhwan juga manusia, makanya mereka seharusnya juga paham bahwa tidak semudah itu manusia berbuat salah. Bahwa manusia dengan segala kelebihan ilmu dan pengetahuan pada dirinya tidak semudah itu dimaklumi kesalahannya. Karena sebuah maksiat terjadi dari proses yang panjang dan bersahut – sahutan. Ia tidak terjadi mendadak, tiba–tiba dan tanpa perencanaan maka tidaklah adil bila akhirnya sebuah kesalahan bisa serta merta gugur dan terampuni dengan sebuah kalimat ”Ikhwan juga manusia, Akhwat juga manusia”. Benarkan ?

Burhan Sodiq, copied from Farren's bulletin

Senin, 10 November 2008

Kekhususan - kekhususan pada tubuh Rasul saw yang tidak terdapat pada tubuh orang lain.

Terdapat beberapa contoh, yaitu :

1. Di kening beliau memancar cahaya yang terang. Saat malam, itu tampak seperti sinar rembulan yang memantul ke dinding dan pintu. Sebagaimana diriwayatkan, suatu malam Aisyah kehilangan jarumnya dan ketika Rasul saw masuk ke kamarnya, dia menemukan kembali jarum tersebut. Juga, pada suatu malam yang gelap, beliau bersama beberapa sahabatnya bergerak di sebuah jalan. Rasul saw kemudian mengangkat tangannya dan memancarlah dari jari-jemarinya cahaya yang menerangi jalan itu, sehingga para sahabatnya dapat berjalan lantaran cahaya tersebut.

2. Bila beliau lewat di sebuah jalan, maka dua hari setelah beliau melewati jalan tersebut, aromanya akan tetap tercium bagi siapa saja yang melewatinya dan tak satu wawangian pun yang lebih wangi dari aroma tubuh Rasul saw.

3. Jika beliau berdiri di bawah cahaya matahari, maka tak terpantulkan bayang-bayang dari tubuh beliau. Sebab, tubuh Rasul saw adalah penjelmaan dari ruh dan cahaya, dan sinar mentari takkan berpengaruh pada cahaya mutlak tersebut. Dan semua imam memiliki ciri demikian.

4. Bila di siang hari beliau berjalan, maka tak seekor burung pun yang mampu terbang di atas kepala beliau.

5. Apabila beliau melihat sesuatu, maka tiada perbedaan antara melihat dari depan (wajah) dan dari belakang. Artinya, apa yang dapat beliau lihat dengan mata, maka kepala belakang beliau pun dapat melihat apa yang dilihat dengan mata.

6. Sama sekali tak tercium bau yang tak sedap bagi orang yang mencium beliau.

7. Kapan saja melewati sebuah jalan, maka segala jenis kotoran akan menjauh dari tempat yang dilewati beliau.

8. Air ludah beliau merupakan penyembuh bagi bagian tubuh siapapun yang diolesi dengannya.

9. Beliau memahami dan mengerti seluruh bahasa. Setiap orang yang bertanya dengan bahasa yang berbeda, maka orang tersebut akan mendengar jawaban beliau dengan menggunakan bahasanya.

10. Tiada perbedaan antara keadaan tidur dan sadar beliau dalam melihat sesuatu.

11. Di pundak beliau terdapat tanda kenabian yang bercahaya melebihi cahaya matahari.

12. Sewaktu dilahirkan, tubuh beliau telah dalam keadaan terputus dengan ari-ari dan terkhitan. Tanda ini juga terdapat pada semua washi (pengganti)nya.

13. Kotoran beliau beraroma wangi dan tak seorang pun yang pernah melihatnya. Sebab, bumi langsung menelannya.

14. Tak seorang pun yang dapat menandingi kekuatan dan keberanian beliau.

15. Di mana pun beliau berjalan, maka batu, gundukan tanah, dan semua pepohonan menampakkan penghormatan puncak dan memberikan salam pada beliau.

16. Beliau tahu dan sadar atas segala pikiran, tujuan, dan niat seseorang.

17. Tak seekor lalat dan serangga pun yang sanggup hinggap di tubuh rasul saw.

18. Bila orang-orang kafir dan munafik melihat beliau, maka tubuh mereka akan gemetar dan takut.

(source; Tahukah anda? ,Ridha Jahid)

Subhanallah,, betapa mulianya kekasih Allah ni,,
sehingga Allah memberikan tanda-tanda khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain...

Allahumma sholli 'alaa Sayidina Muhammad, Wa 'alaa alihi Sayidina Muhammad...

Ya Allah...
Sampaikanlah rindu kami pada RasulMu,,, Muhammad SAW...
Masukkanlah kami kepada golongan orang-orang yang menerima syafa'at darinya...
Amien..

Rabu, 05 November 2008

Doaku untuk dia

ya Allah,, hari ini aku memimpikannya .
Dia datang ke rumah,penampilannya seperti baru datang dari pasar,dia membawa barang belanjaan banyak,
dia terlihat sehat dan muda,,
Dia memakai baju yg biasa dipakainya klo mau ke pasar,,
kemudian dia melihatku dan bertanya"Fit, mana Farhan...??,
ku jawab, "lagi sekolah ma...",,
dalam mimpi itu aku sadar klo sebenarnya dia sudah meninggaL....Kemudian aku bertanya kepadanya...
"Mama kenapa datang ke sini...??
"Dia jawab "Mama mau kasih mainan buat Farhan...
"Kutanya kembali :"mainan apa...??, sini nanti Fitri yg kasih...

"Dia langsung mengeluarkan 1 mobil2an besar,,,kemudian ditaruh disampingku...
kemudian dia bilang"Mama pergi dulu yah, kamu jaga adik kamu..."

Aku terbangun dan ga sadar air mata ini dah mengalir...Ya Allah... apa yang ingin disampaikannya?Aku langsung bangun,ambiL aiR wuDhu, shoLaT 2 raka'at kulanjutkan baCa surat Ar-rahman sama Al-MuLk...(2 surat yang paling disukainya semasa hidup)

Aku mencoba untuk tenang dan tidak terlalu larut dalam kesedihan~

Ya Allah, penguasa hati ini yang sedang rapuh....

Ampuni hamba-Mu yang lemah ini ya Allah...

Ampuni diri ini yang masih menangisi kepergiannya~

Ampuni hati ini yang masih berusaha untuk mengikhlaskannya...

Aku teringat pesen t'akhirnya " Fit, kamu beLajar, ga usah mikir macem2.."
thats aLL....

Bahkan sampai sekarang suaranya masih terngiang di telingaku ya Allah...

Dia bnr2 wanita yg paLing saBar....!!

Aku menangis bukan karena dia pergi,, tp aku menangis karena beban selama hidupnya....!!
Beban menanggung penyakit mematikan selama hidupnya...
Ya Allah, jika saja rasa sakit itu bisa dibagi...
Hamba ingin sekali merasakannya,, asal jangan dia..
sudah terlalu banyak beban di pundaknya ya Allah..


Kini dia sudah pergi ke pangkuan-Mu ya Allah..
tidak ada yang bisa hamba lakukan selain mendoakan'nya...

Ya Allah..
Jika permintaanku ini layak bagi'Mu
Pertemukanlah kami di Surga'Mu dan satukanlah hati kami dalam hangatnya kasih sayang-Mu...