Saya Bersumpah Dengan Nama Allah yang Maha Besar :
[1]Mengingat Allah dalam menjalankan profesi saya.
[2]Melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan.
[3]Melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkan dari kematian, penyakit dan kecemasan.
[4]Memelihara kemuliaan manusia, menutupi pribadinya dan menyimpan rahasianya.
[5]Dalam segala hal menjadi alat dari rahmat Allah, memberikan perawatan kedokteran pada yang dekat dan yang jauh, yang saat dan yang berdosa, serta teman maupun lawan.
[6]Berjuang mengejar ilmu dan mempergunakannya untuk keuntungan bukan aniaya bagi manusia.
[7]Menghormati guru saya dan mengajari sejawat saya yang masih muda dan menjadikan saudara bagi setiap anggota profesi kedokteran yang bersatu dalam kesucian amal.
[8]Memelihara kepercayaan saya dalam beribadah dan dalam masyarakat, menghindari dari segala yang dapat menodai saya di mata Allah, NabiNya dan orang yang seaqidah dengan saya.
Allah menjadi saksi terhadap sumpah saya ini.
Rabu, 21 Januari 2009
Rabu, 07 Januari 2009
Ya Allah, tolonglah....
Ya Allah,
Tuhan yang mengutus Baginda Rasulullah terkasih
Palingkanlah selalu hati kami hanya kepada Engkau dan Rasul-Mu
Janganlah biarkan kebencian merasuk di hati kami
Meski terbersit sekedar sekejap waktu
Ya Allah,
Tuhan Yang Maha Memelihara setiap insan
Betapa kami lupa untuk selalu melihat ke dalam diri
Semut di seberang begitu terang dalam pandangan
Sedangkan gajah di pelupuk mata sedikitpun tak teramati
Ya Allah,
Terlalu lama kami lupa ‘tuk kembali
Selalu terbuai dengan nikmatnya egoisme diri
Padahal kubur kami senantiasa menanti
seolah kematian berada digenggaman kami
Ya Allah,
Tuhan Yang berkuasa menyelamatkan nabi Yunus dari gelapnya perut ikan
Tuhan yang berkuasa mendinginkan api yang membakar Sayyidina Ibrahim ‘alaihissalam
Keluarkan kami dari kehinaan memperturutkan hawa nafsu
Keluarkan kami dari cinta dunia yang mencegah kami menggapai taat
Selamatkan kami dari derasnya arus kebencian para pendengki
Hujani kami dengan butiran hidayah dan Rahmat dari-Mu
Ya Allah Ya Salaam, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zhalim…
Tuhan yang mengutus Baginda Rasulullah terkasih
Palingkanlah selalu hati kami hanya kepada Engkau dan Rasul-Mu
Janganlah biarkan kebencian merasuk di hati kami
Meski terbersit sekedar sekejap waktu
Ya Allah,
Tuhan Yang Maha Memelihara setiap insan
Betapa kami lupa untuk selalu melihat ke dalam diri
Semut di seberang begitu terang dalam pandangan
Sedangkan gajah di pelupuk mata sedikitpun tak teramati
Ya Allah,
Terlalu lama kami lupa ‘tuk kembali
Selalu terbuai dengan nikmatnya egoisme diri
Padahal kubur kami senantiasa menanti
seolah kematian berada digenggaman kami
Ya Allah,
Tuhan Yang berkuasa menyelamatkan nabi Yunus dari gelapnya perut ikan
Tuhan yang berkuasa mendinginkan api yang membakar Sayyidina Ibrahim ‘alaihissalam
Keluarkan kami dari kehinaan memperturutkan hawa nafsu
Keluarkan kami dari cinta dunia yang mencegah kami menggapai taat
Selamatkan kami dari derasnya arus kebencian para pendengki
Hujani kami dengan butiran hidayah dan Rahmat dari-Mu
Ya Allah Ya Salaam, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, Sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zhalim…
Menuntut ilmu demi mengharap ridhaNya...
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh para penuntut ilmu adalah keikhlasan niat demi mengharap ridha Allah SWT. Bukanlah untuk menyombongkan diri karena kepintaran, pengetahuan yang luar biasa, jabatan, harta dan sebagainya..
Sabda Rasulullah SAW : 'Sesiapa yang mempelajari ilmu karena Allah, tidak mempelajari ilmu karena inginkan harta dunia, tidak akan dia temui kecuali Syurga hari akhirat kelak.
Sering kita lihat bahwa para penuntut ilmu lebih berfikir kepada hasil (nilai ujian misalnya), padahal apa yang kita dapat dari sebuah nilai ?
Demi nilai yang tinggi atau IP yang cumlaude bisa membuat para penuntut ilmu menghalalkan segala cara...
mencontek, mencuri soal ujian, mengcopypaste tugas teman dsb...
renungkanlah sejenak,, apa yang kita dapat dari semua itu..
pernahkah kalian berfikir bahwa apa yang kalian pelajari akan dipraktekkan kepada masyarakat??
Firman Allah SWT: "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (iaitu):"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya", lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarkannya dengan harga yang sedikit,amatlah buruk tukaran yang mereka terima." (Ali-Imran:187)
Pernahkah kalian berfikir bahwa ilmu yang sekarang dipelajari akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak?
Diriwayatkan daripada Muaz bin Jabal beliau berkata Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak akan mara seseorang hamba di hari Akhirat melainkan telah ditanya mengenai 4 perkara: Berkenaan Umurnya ke mana yang telah dia habiskan. Berkenaan dengan Waktu mudanya apa yang telah dia lakukan. Berkenaan dengan hartanya dari mana diperolehinya dan ke mana dia belanjakan. Dan berkenaan dengan ilmu apa yang telah diperbuat dengannya.' -Riwayat oleh Attabarani dengan isnad yang sahih
Tugas penuntut ilmu memanglah berat tapi lebih berat lagi untuk ikhlas melakukannya semata-mata karena Allah...
Dan mereka yang gagal tapi jujur dalam ujian jauh lebih baik daripada mereka yang mendapat nlai tertinggi tapi tidak jujur...
Pada akhirnya, kegagalan bukanlah jalan buntu untuk mencapai sukses. Kesempatan untuk mengulang selalu ada. Jika hari ini gagal, siapa tahu besok berhasil. Ingatlah selalu orang yang gagal adalah orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sangat dekat dengan keberhasilan
Jadi,yakinlah bahwa proses yang baik akan menghasilkan nilai yang baik pula...
Asalkan tidak berputus asa dan mengalah dengan ujian..
Sabar dan tabah, kendalikan diri dan emosi dalam belajar..
Jangan putus harapan karena selalu ada hikmah dibalik kejadian..
Redha dengan ketentuan Allah.., karena tidak ada yang lebih penting daripada mengharap ridhaNya…
Apa yang kita inginkan belum tentu baik di mataNya...
Gagal dalam ujian,itu merupakan proses menuju keberhasilan...
Kuatkan semangat dan teruskan perjuangan...
Rusunawa 404, 4.47 am
Sabda Rasulullah SAW : 'Sesiapa yang mempelajari ilmu karena Allah, tidak mempelajari ilmu karena inginkan harta dunia, tidak akan dia temui kecuali Syurga hari akhirat kelak.
Sering kita lihat bahwa para penuntut ilmu lebih berfikir kepada hasil (nilai ujian misalnya), padahal apa yang kita dapat dari sebuah nilai ?
Demi nilai yang tinggi atau IP yang cumlaude bisa membuat para penuntut ilmu menghalalkan segala cara...
mencontek, mencuri soal ujian, mengcopypaste tugas teman dsb...
renungkanlah sejenak,, apa yang kita dapat dari semua itu..
pernahkah kalian berfikir bahwa apa yang kalian pelajari akan dipraktekkan kepada masyarakat??
Firman Allah SWT: "Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (iaitu):"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya", lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarkannya dengan harga yang sedikit,amatlah buruk tukaran yang mereka terima." (Ali-Imran:187)
Pernahkah kalian berfikir bahwa ilmu yang sekarang dipelajari akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak?
Diriwayatkan daripada Muaz bin Jabal beliau berkata Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak akan mara seseorang hamba di hari Akhirat melainkan telah ditanya mengenai 4 perkara: Berkenaan Umurnya ke mana yang telah dia habiskan. Berkenaan dengan Waktu mudanya apa yang telah dia lakukan. Berkenaan dengan hartanya dari mana diperolehinya dan ke mana dia belanjakan. Dan berkenaan dengan ilmu apa yang telah diperbuat dengannya.' -Riwayat oleh Attabarani dengan isnad yang sahih
Tugas penuntut ilmu memanglah berat tapi lebih berat lagi untuk ikhlas melakukannya semata-mata karena Allah...
Dan mereka yang gagal tapi jujur dalam ujian jauh lebih baik daripada mereka yang mendapat nlai tertinggi tapi tidak jujur...
Pada akhirnya, kegagalan bukanlah jalan buntu untuk mencapai sukses. Kesempatan untuk mengulang selalu ada. Jika hari ini gagal, siapa tahu besok berhasil. Ingatlah selalu orang yang gagal adalah orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sangat dekat dengan keberhasilan
Jadi,yakinlah bahwa proses yang baik akan menghasilkan nilai yang baik pula...
Asalkan tidak berputus asa dan mengalah dengan ujian..
Sabar dan tabah, kendalikan diri dan emosi dalam belajar..
Jangan putus harapan karena selalu ada hikmah dibalik kejadian..
Redha dengan ketentuan Allah.., karena tidak ada yang lebih penting daripada mengharap ridhaNya…
Apa yang kita inginkan belum tentu baik di mataNya...
Gagal dalam ujian,itu merupakan proses menuju keberhasilan...
Kuatkan semangat dan teruskan perjuangan...
Rusunawa 404, 4.47 am
Selasa, 23 Desember 2008
Suatu inspirasi dari Arkanul Bai`ah
Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh
aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.
Ikhwah wal Akhawat, Para Da`ie !!
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Redha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Ikhwah wal Akhawat, Para Junudud Dakwah !!
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah FAHAM
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta maka dakwah adalah IKHLAS
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta
”Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”
Jika engkau cinta maka dakwah adalah AMAL
membangun kejayaan ummat di mana saja
berada yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Tingkatkan kerja secara tertib untuk mencapai nusrah dari Allah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah JIHAD
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimah Allah rendahkan kalimah syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAAT
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TADHHIYAH,
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda
Jika engkau cinta maka dakwah adalah THABAT
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAJARRUD
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya sampingan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TSIQOH
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah UKHUWAH
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Salamatus Shodri merupakan syarat terendahnya, Itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah
Saling berjanji untuk menolong syariat-Nya
aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.
Ikhwah wal Akhawat, Para Da`ie !!
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Redha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Ikhwah wal Akhawat, Para Junudud Dakwah !!
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah FAHAM
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta maka dakwah adalah IKHLAS
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta
”Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”
Jika engkau cinta maka dakwah adalah AMAL
membangun kejayaan ummat di mana saja
berada yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Tingkatkan kerja secara tertib untuk mencapai nusrah dari Allah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah JIHAD
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimah Allah rendahkan kalimah syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya,Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAAT
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TADHHIYAH,
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap titisan keringat berpahala lipat ganda
Jika engkau cinta maka dakwah adalah THABAT
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TAJARRUD
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya sampingan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah TSIQOH
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah UKHUWAH
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Salamatus Shodri merupakan syarat terendahnya, Itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah
Saling berjanji untuk menolong syariat-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)
