Jumat, 30 Oktober 2009

Hakikat seorang Wanita..


Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semua sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.

Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.

Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di syurga.

dipetik dari::
©MUNAWIR SADZALI RAZAK, awal 2003, taken from eramoslem.com

Senin, 28 September 2009

Jantung seorang muadzin terdengar suara adzan...


"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha illallah'....
Itulah suara adzan yang terdengar melalui stetoskop yang diletakkan di atas dada seorang pasien yang telah meninggal dunia.

Dokter Jasim al-Haditsy berkata, "Saya rasa suara itu adalah adzan subuh. Kemudian saya bertanya kepada salah seorang perawat. "Jam berapa sekarang?" Ia menjawab "Jam satu malam". "Saya tahu bahwa saat ini belum tiba saatnya adzan subuh, kemudian saya kembali meletakkan stetoskop di atas dadanya dan saya kembali mendengar adzan tersebut selengkapnya.

Kemudian saya bertanya kepada keluarga pasien yang meninggal ini tentang keadaannya semasa hidup, mereka menjelaskan, "Ia bekerja sebagai muadzdzin pada sebuah masjid, biasanya ia datang ke mesjid seperempat jam sebelum tiba waktunya atau kadang lebih awal lagi, ia selalu menghatamkan Al-Qur'an dalam waktu tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan."

Subhanallah, alangkah indahnya husnul khatimah itu, saya yakin semua orang muslim pasti mengharapkannya.

dikutip dari"Kesaksian Seorang Dokter" dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, SpPJ

Bunda..., boleh kah aku bertanya suatu hal ?


Bunda, bagaimana keadaan bunda sekarang?
Apakah bunda sedang berbahagia di alam sana?
Atau berduka karena tak tahan dengan beratnya siksa
Bunda, orang alim mengatakan bahwa
setiap hamba akan ditanya tentang imannya
di antara mereka ada yang bisa menjawab,tetapi ada pula yang membisu
Apakah bunda yang termasuk yang bisa menjawab atau hanya membisu?

Bunda, orang alim berkata, bahwa kuburan itu bisa menjadi luas atau malah mnjadi sempit, bagaimanakah kuburanmu bunda?, lebih luaskah atau malah bertambah sempit.

Bunda, orang alim pun berkata, bahwa kain kafan orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan dari surga dan ada pula yang diganti dengan kain kafan dari api neraka
Kain kafan dari manakah yang bunda gunakan sekarang?
dari surga ataukah dari neraka?

Bunda, orang alim berkata bahwa kuburan itu merupakan secuil taman, dari taman-taman di surga, tetapi juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka.
Bagaimana kuburan bunda sekarang?
Taman surga ataukah lubang neraka?

Bunda...
orang alim berkata, bahwa orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal dan ada yang bahagia..
aku tidak tahu.. apakah bunda termasuk yang bahagia ataukah yang menyesal?

Bunda, orang alim itu berkata bahwa...
Liang kubur.., bisa menghangatkan si mayat dengan memeluknya bagaikan pelukan ibu kepada anaknya tetapi juga bisa menjadi himpitan erat yang meremukan tulang-belulang..
Bagaimana keadaan tubuhmu sekarang bunda?
pelukan yang mana yang bunda rasakan?

Ya Allah, mereka telah kembali kepangkuanMu..
Ya Allah, hari ini.. bunda tidak lagi bersama kami..
Tetapi kami mohon ya Allah, masukkanlah rasa bahagia kepadabunda dan semua ahli kubur.Harumkanlah kuburan mereka
dengan wewangian do'a - do'a kami..
sampaikan salam, sampaikan salam kami yang tulus..
salam bagi kalian,
wahai ahli kubur..
kalian sudah mendahului kami
dan insyaALLAH, kami akan segera menyusul kalian..
amiin

A tribute to my Mom yang selalu mempunyai tempat di hatiku...
Yakinlah bahwa doa kami, anak2mu yang sholeh dan sholehah selalu menyertaimu hingga kelak Allah mempertemukan kita di jannah-Nya.
2 Oktober 1966-3 Februari 2007...

Selasa, 09 Juni 2009

Di dunia kedokteran aku bersyukur.

Assalamu 'alaykum wr wb..
Apa kabar saudara seiman ? semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmatNya kepada kita semua.

melalui tulisan ini, kuharap bisa menghilangkan jenuh yang sedang ( baca :sering) melandaku akhir-akhir ini.
Entahlah, belakangan ini ku sering merasa bosan dengan rutinitas kuliahku yang padat dan melelahkan..,, lelah dengan tumpukan diktat kuliah yang belum kupelajari, lelah dengan tugas PBL, persiapan ujian dll, belum lagi waktu liburku yang minim sekali.
hmm...,, ternyata kuliah di kedokteran itu berat, penuh resiko dan kesabaran pastinya. Kalau tidak ingat berapa banyak uang yang dikeluarkan sm ayahku untuk masuk kedokteran,kalau saja aku tidak ingat wajah almh.ibuku yang wafat krn menderita breast cancer (kanker payudara), dari dulu sudah kutinggalkan bangku kuliah yang melelahkan ini.

Tapi, kadang ku berfikir...
Bahwa tidak semua orang bisa diberi kesempatan seperti ini,,
Di sini, di dunia kedokteran ku belajar tentang anatomi manusia, proses-proses perjalanan penyakit, obat-obatan..dll..
Awalnya kupikir, mempelajari kedokteran akan membuatku jauh dari agama, karena kesibukan di kuliah pasti banyak menyita waktu.
Tapi, lama-lama aku sadar, bahwa di dunia kedokteran, aku banyak belajar tentang kebesaranNya, di sini aku menyaksikan bagaimana rumitnya mempelajari sistem-sistem organ manusia ciptaan Allah..,
aku jadi ingat salah satu firmanNya

"Tidakkah mereka melihat bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya?. Sungguh itu mudah saja bagi Allah"
(Al Ankabut 29 :19)

Subhnallah,bagiku untuk mepelajari 1 organ saja sangat rumit, sungguh maha Besar Allah sang Pencipta.
Di kedokteran. aku juga mempelajari tentang perjalanan proses2 penyakit dan bagaimana pasien - pasien mengeluh tentang penyakitnya., dan yang bisa kudapat disini adalah rasa syukur ku yang tak terhingga kepada Allah atas nikmat sehat yang telah Ia berikan kepadaku.
Di kedokteran juga aku mempelajari anatomi melalui cadaver (mayat yang dipakai untuk mempelajari anatomi), kadang aku suka merenung, cadaver ini, dulunya adalah makhluk hidup sama seperti kita, siapakah dia dulu ketika dia masih hidup ? Apa pekerjaannya? Apakah dia muslim? Mengapa dia mau merelakan tubuhnya untuk dipelajari oleh mahasiswa-mahasiwa kedokteran?..Fuuh, hanya Engkau ya Rabb, yang mengetahui siapa dia. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.

Dan banyak lagi yang kudapat di sini, di dunia kedokteran aku bersyukur bisa secara langsung menyaksikan kebesaranNya, menyingkap kebenaran Illahi.
Pada masa co ass nanti, aku akan lebih sering menyaksikan orang2 yang nikmat sehatnya ada diambil Allah,, aku akan lebih sering menyaksikan wajah orang2 yang sakaratul maut, di mana setiap desah nafas dipertahankan dengan susah payah, padahal kita sering melupakan nafas2 yang Allah berikan setiap harinya, bahkan kadang lupa untuk mengucapkan syukur padaNya
ya, saat co ass nanti, mungkin aku akan lebih sering melihat kematian berlalu lalang di lorong2 rumah sakit.
"cukuplah kematian sebagai peringatan"

Insha Allah ya Rabb, izinkan hamba menyaksikan kebesaranMu dan jadikan hamba seoramg muslim yang belajar dan bekerja demi mengharap ridhaMu.
Alhamdulillah,
Sekarang akan kucoba untuk menyukai materi-materi kuliah yang diberikan, mencari lagi di buku, diskusi sm teman-teman..., semakin sering aku belajar maka semakin sadar bahwa masih banyak yang belum kupahami, Subhnallah, sungguh sangat luas ilmuNya.